Tentang Kamu

Dear kamu yang pertama datang mengetuk pintu hatiku

  Mungkin kamu tak ingat... dimana kisah itu terukir.
Terukir perlahan oleh sebuah sentuhan yang mungkin sulit untuk dipahami.
Aku saja tak mengerti... Tetapi aku pikir bahwa ukiran sederhana itu kini mulai membentuk sebuah ukiran yang indah yang penuh dengan suka duka, haru pilu, tawa dan kecewa...
  
   Setiap bayangan masalah hidupku datang... Disitu juga senyummu merekah indah nan elok untukku bayangkan... Sampai aku lupa akan bayangan masalahku yang tak mungkin dapat terselesaikan.
Hey kamu... Bagaimana mungkin aku bisa tega meletakkan ukiran yang mulai terbentuk itu... Di sembarang tempat yang tak terjangkau olehku.
  
   Aku bahagia Tuhan mengirimmu ke bumi yang ku anggap kosong ini, dimana anggapanku bahwa bumi hanya ditutupi oleh warna yang kelabu, bahkan sulit untukku mendapatkan setitik warna cerah seperti hangatnya warna mentari, teduhnya warna sebatang pohon yang rimbun, tenangnya warna hamparan laut, dan bersihnya warna pasir pantai yang selalu setia mendampingi sang lautan.
  
   Sendiri... memang itulah hidupku... terbiasa bersahabat dan membagi tangis, tawa bahkan kecewa kepada diriku sendiri...
Aku takut untuk memulai kisah hidupku kepada sekumpulan orang yang kulihat hidup di bumi milik-Nya ini, rasa takut itu menghantarkan ku kepada sebuah pemahaman yaitu..
AKU HANYA SENDIRI...

   Hingga pada akhirnya kau datang bak kilat yang selama ini kunantikan... Membawaku untuk keluar dan memberiku pemahaman baru bahwa sebenarnya aku tak sendiri... Membawaku pergi dari sebuah pemahaman yang ku buat sendiri.

   Hey kamu... Kamu membuatku sadar betapa pentingnya untuk memunculkan kembali hangatnya sebuah rasa kasih sayang... yang mungkin selama ini menghilang... Menghilang dari kisah hidupku yang sebelumnya... Dimana semua orang menganggapku sebuah kegagalan... Kegagalan yang mungkin tak bisa mereka maafkan... Aku tak mengerti apa salahku... Sehingga mereka menganggapku seperti ini...

   Tetapi saat itu kau datang... Kau datang menghampiriku dengan sebuah ketulusan yang membuahkan rasa kasih sayang... Yang selama ini hilang... Dimana kau mengajarkanku untuk memulai memaafkan diriku sendiri dan orang lain... Kau mengajarkanku untuk berani melangkah ke kehidupan yang sebenarnya luas... Tetapi kuanggap hanya sebuah ruang kosong yang sempit dan tak menyenangkan penuh dengan kesediahan.

   Awalnya memang sulit untukku jalani tetapi kamu tetap sabar membimbingku dengan penuh ketulusan dan kasih sayang... Hingga aku terbiasa... Terbiasa karena melihatmu... Melihat hidupmu yang selalu memancarkan hangatnya rasa kasih sayang... 

   Dan saat ini hidupku berubah... Berubah menjadi hangat yang awalnya dingin membeku... Mengubah diam menjadi suara yang hangat untuk didengar... Mengubah kesedihan menjadi sebuah keceriaan... Mengubah tangisan menjadi candaan yang menyenangkan...

  Pelajaran yang kamu berikan adalah ukiran itu, ukiran yang terpahat perlahan dipintu kehidupanku... Terlalu indah untuk ku pandang, Terlalu bahagia untukku bayangkan... 
Hingga tak sadar saat itu aku meneteskan setitik air yang keluar dari indahnya sepasang organ yang Tuhan ciptakan...
Dulu pintu yang polos itu kini menjadi indah...

   Namun bukan hanya itu kamu datang mengetuk pintu itu untuk memberikan hangatnya rasa kasih sayang yang telah lenyap di kehidupanku... Dan akhirnya kubuka pintu itu dan kamu merubah kehidupanku menjadi indah untukku ceritakan...

   Inilah suara hatiku... Untukmu yang berhasil membuka pintu hatiku, hingga tak mungkin untuk ku lepaskan... Aku berhuntung Tuhan mengirimkan mu ke kehidupanku dan menghadirkan kembali sebuah rasa kasih sayang...

   Untukmu yang pertama datang mengetuk pintu hatiku...

Komentar